e
r
r
o
r
Day 03
Friday, March 4, 2011 ( 4:10 PM )
Day 03 — Your parents.
Jika kehidupan saya diibaratkan tata surya, maka orang tua saya adalah pusatnya.
Parentcentric. *mekso*
---
Saya adalah produk plagiat orang tua saya.
Perilaku saya, pola pikir saya, sifat saya.
Orang tua saya adalah panutan bagi saya.
Saya nyaris tidak pernah mengalami konflik dengan orang tua saya.
Entah hal luar biasa apa yang orang tua saya lakukan sehingga semua nilai yang ditanamkan orang tua saya sejak saya kecil masih terekam jelas.
Mendarah daging.
Ayah.
Seseorang yang hebat.
Seseorang yang mengenalkan saya kepada mimpi saat berumur dua tahun.
Seseorang yang selalu mendukung saya untuk mewujudkan mimpi saya.
Seseorang yang menuntut saya untuk selalu berpikir logis.
Seseorang yang mau mendengarkan pendapat dan usulan saya.
Seseorang yang memberikan kepercayaan penuh kepada saya untuk membuat keputusan.
Seseorang yang menanamkan nilai agama kepada saya dengan cara beliau sendiri.
Seseorang yang tidak pernah memberikan saya uang dengan cuma-cuma.
Seseorang yang mengajarkan saya betapa pentingnya kreatifitas.
Seseorang yang pertama kali mengajarkan saya tinju.
Seseorang yang dapat menyusun strategi dengan cara yang tidak pernah terpikirkan.
Seseorang yang membuat si cengeng menjadi kesulitan menangis sejak umur lima tahun.
Seseorang yang selalu menjelaskan detail-detail dan masalah kehidupan kepada saya dari sudut pandang yang berbeda.
Seseorang yang selalu menjawab rasa keingintahuan saya dengan memuaskan.
Seseorang yang sabar.
Seseorang yang tidak pernah marah ketika saya merusakkan peralatan elektronik beliau dan peralatan rumah yang lain.
Seseorang yang akan marah besar apabila barang-barang saya tidak rapi, alat sekolah saya tidak lengkap, dan hasil ketikan saya tidak sesuai marginnya.
Seseorang yang menjadi teman berdialog terbaik saya dalam berbagai macam topik, mulai ekonomi, sosial, politik, teknik, pajak, negara, Tuhan, kesehatan, makanan, mesin, ban, agama, kejiwaan, teman, industri, buku, hiburan, sholat, mobil, rumah, bank, pensil, kaca mata, elektronik, dan hal-hal tak terduga lainnya.
Ibu.
Seseorang yang hebat.
Seseorang yang menjunjung tinggi kejujuran.
Seseorang yang membuat si pendusta tidak pernah dan tidak dapat berdusta di hadapan beliau.
Seseorang yang sangat mementingkan sedekah.
Seseorang yang memahami perasaan saya meski saya tak pernah mengatakannya.
Seseorang yang membuat saya nyaman bercerita.
Seseorang yang tidak melarang saya berperilaku berbeda di hadapan orang yang berbeda.
Seseorang yang menjelaskan saya tentang etika dan kesopanan.
Seseorang yang penuh kasih sayang.
Seseorang yang tidak pernah menuntut saya untuk bisa memasak.
Seseorang yang selalu memberikan dorongan dan motivasi kepada saya.
Seseorang yang dapat membuat saya ketakutan hanya dengan sesorot pandangan mematikan.
Seseorang yang dapat membuat saya sangat tenang hanya dengan sebuah pelukan.
Seseorang yang mengajarkan kepada saya tentang nilai-nilai kemasyarakatan.
Seseorang yang kata-katanya menghipnotis.
Seseorang yang pertama kali menjelaskan tentang kebaikan di atas kebaikan.
Seseorang yang tidak pernah mengeluh.
Seseorang yang selalu peduli pada detail-detail terkecil pada diri saya.
Seseorang yang membuat saya meyakini bahwa perempuan juga bisa melakukan apa yang dilakukan laki-laki.
Seseorang yang mengajarkan kepada saya bagaimana cara menilai orang lain dari sorot mata, kata-kata, dan hal-hal kecil lain yang orang tersebut lakukan.
Semoga suatu saat nanti saya dapat menjadi orang tua sehebat orang tua saya.
Atau insya Allah, lebih hebat.
Amin.
---
Ya, membahagiakan orang tua masih menjadi mimpi utama saya.
Lebih tepatnya di urutan kedua.
Di bawah masuk surga.
Labels: 30
You will find nothing
archives
September 2009
February 2011
March 2011
April 2011
May 2011
June 2011
July 2011
August 2011
September 2011
October 2011
January 2012
February 2012
March 2013
links
—
miscellaneous
