e
r
r
o
r
Day 01
Wednesday, February 16, 2011 ( 2:27 PM )
Day 01 — Your best friend.
Apa ya, sebenarnya kurang sreg dengan istilah best friend.
Terkesan aneh di mata saya.
Sebenarnya saya dulu sangat menyakralkan (?) istilah "best friend" ini.
Saya menggunakan sepuluh tahun pertama dalam hidup saya untuk mencari sosok sahabat ideal di sekitar saya.
Entahlah, mungkin karena saya terlanjur meyakini bahwa kriteria sosok sahabat yang telah saya bangun dalam pemikiran saya itu benar-benar ada.
Saya juga tidak tahu apa yang mendorong saya membentuk kriteria-kriteria sahabat itu.
Kalau boleh saya menebak, sepertinya karena dulu terlalu banyak dijejali dengan kata-kata yang membuat saya tidak mudah menceritakan apa yang benar-benar saya rasakan kepada sembarang orang.
Kalau toh cerita, jadinya ya seperti ini, tak sampai benar-benar menyelam hingga dasar.
Lambat laun, saya semakin menyadari jika sosok sahabat seperti yang ada dalam pikiran saya itu tidak ada.
Mau tidak mau saya harus menerima teman-teman yang ada di sekitar saya.
Mau tidak mau saya harus menyesuaikan diri dengan mereka.
Mau tidak mau saya harus menerapkan Hukum III Newton dalam urusan ini.
Aksi - Reaksi.
---
Beruntung, saya menemukan tiga ekor manusia yang akhirnya saya anggap saudara sendiri.
Tak dapat saya pungkiri bahwa kata saudara ini berangkat dari kata awal yang sama, "teman".
Tetapi, kata saudara lebih akrab dan enak didengar menurut saya.
Yang pertama.
Awal kenalnya waktu saya sekitar umur lima tahun. Kesan pertama waktu ketemu sih angkuh sekali. Kementus. Sakjane ndewo pol. Bejat pol juga. Pianis handal. Sempat saya panggil "Mbak" tanpa alasan yang jelas. Mungkin karena dia dewasa sebelum waktunya. Hahaha. Berada dalam satu alamamater selama dua belas tahun. Kadang mangkelno pol. Tapi bisa perhatian tingkat tinggi. Keras kepala. Kepribadiannya tidak jelas, persis seperti saya. Wujudnya juga sempat mirip. Sempat dikira kembar juga. Entah apa yang terjadi padanya pada awal tahun ke lima belas dalam hidupnya, katanya sih panggilan hidup. Tapi kalau menurut saya itu tak sepenuhnya panggilan hidup, tapi keputusannya. Ya, jalani aja, yang penting sudah siap menanggung segala risikonya. Semangat ya. Masih ingat kan, Australia!
Yang kedua.
Awal kenalnya sekitar enam tahun lalu. Kesan pertama waktu ketemu, ganjen. Hahaha. Nueges pisan. Kalau marah kelihatannya ngeri, tapi diketawain aja udah berhenti marahnya. Nggak pernah cocok sama yang pertama. Tapi ya itu yang bikin kompak. Keras kepala. Meskipun nggak sekeras yang pertama. Kepribadiannya juga nggak jelas. Dulu sempat ada konflik internal yang akhirnya berakhir secara damai dan kekeluargaan. Anak ilmu sosial yang nyasar di ilmu alam. Tapi ya ndewo di ilmu alam. Ilmu sosialnya mana tahan. Bacaannya buku-buku bantal. Ngomongnya karepe dewe. Perhatian sekali. Seperti ibu bagi kami bertiga. Semoga beberapa tahun lagi masih bisa masakin kita ya, Bu Menteri!
Yang ketiga.
Awal kenalnya baru tiga tahun lalu. Dikenalkan sama yang pertama. Karena terdampar di ruang tahanan yang sama. Akhirnya duduk bersama selama hampir tiga tahun ini. Tak terpisahkan. Kesan pertama waktu ketemu, sawangane geje. Dan ternyata benar. Wujudnya lebih tua dari yang sebenarnya. Memiliki bakat bawaan dalam berdagang. Ndewo. Sebenarnya juga keras kepala, tapi tertutup rapi. Kadang kemproh. Hahaha. Kepribadiannya juga tidak jelas, tapi yang pasti, kadar kolerisnya jauh di bawah yang lain. Memiliki kegemaran yang sama dengan saya. Sering melakukan sesuatu bersama yang tidak dapat dibayangkan orang lain. Ayo disiapin bareng buat proyek kerja sama perusahaan kita beberapa tahun lagi!
Pernahkah kalian pergi ke coffee shop terkenal dengan membawa rujak yang kalian beli dari pinggir jalan dan memakannya dengan tanpa dosa?
Pernahkah kalian menghabiskan waktu berjam-jam di atap pusat perbelanjaan tanpa melakukan apapun?
Pernahkah kalian disumpah guru kalian agar tidak lulus dan dibilang memalukan?
Pernahkah kalian perang dingin dalam jangka waktu cukup lama tanpa menjelekkan antara satu dengan yang lain?
Pernahkah kalian mengerti maksud pembicaraan teman kalian yang lain tanpa adanya sepatah kata yang terucap?
Pernahkah kalian membicarakan detail-detail kehidupan yang terkadang tak terpikirkan selama satu hari penuh?
Pernahkah kalian merasakan adanya orang-orang seperjuangan di dekat kalian, dengan kekuatan ikatan perasaan, belajar bersama seharian, saling menjelaskan, demi kesuksesan dan terwujudnya impian?
Kami pernah.
Kami berempat hidup di alam mimpi.
Dan sekarang, sedang berusaha bersama membawa alam mimpi kita ke alam nyata.
Bismillahirrahmanirrahim...
Labels: 30
You will find nothing
archives
September 2009
February 2011
March 2011
April 2011
May 2011
June 2011
July 2011
August 2011
September 2011
October 2011
January 2012
February 2012
March 2013
links
—
miscellaneous
