e
r
r
o
r
Day 02
Saturday, February 19, 2011 ( 12:57 AM )
Day 02 — Where you'd like to be in 10 years.
1. Mecca, Saudi Arabia.


2. Sydney, Australia.


3. Newcastle, United Kingdom.

4. London, United Kingdom.


5. Athens, Greece.

6. Al-Aqsa — Jerusalem.

7. Nuuk, Kalaallit Nunaa.

8. Vatican City, Vatican City State.

9. Singapore, Singapore.

10. United States of America.

Amin.
Labels: 30
Day 01
Wednesday, February 16, 2011 ( 2:27 PM )
Day 01 — Your best friend.
Apa ya, sebenarnya kurang sreg dengan istilah best friend.
Terkesan aneh di mata saya.
Sebenarnya saya dulu sangat menyakralkan (?) istilah "best friend" ini.
Saya menggunakan sepuluh tahun pertama dalam hidup saya untuk mencari sosok sahabat ideal di sekitar saya.
Entahlah, mungkin karena saya terlanjur meyakini bahwa kriteria sosok sahabat yang telah saya bangun dalam pemikiran saya itu benar-benar ada.
Saya juga tidak tahu apa yang mendorong saya membentuk kriteria-kriteria sahabat itu.
Kalau boleh saya menebak, sepertinya karena dulu terlalu banyak dijejali dengan kata-kata yang membuat saya tidak mudah menceritakan apa yang benar-benar saya rasakan kepada sembarang orang.
Kalau toh cerita, jadinya ya seperti ini, tak sampai benar-benar menyelam hingga dasar.
Lambat laun, saya semakin menyadari jika sosok sahabat seperti yang ada dalam pikiran saya itu tidak ada.
Mau tidak mau saya harus menerima teman-teman yang ada di sekitar saya.
Mau tidak mau saya harus menyesuaikan diri dengan mereka.
Mau tidak mau saya harus menerapkan Hukum III Newton dalam urusan ini.
Aksi - Reaksi.
---
Beruntung, saya menemukan tiga ekor manusia yang akhirnya saya anggap saudara sendiri.
Tak dapat saya pungkiri bahwa kata saudara ini berangkat dari kata awal yang sama, "teman".
Tetapi, kata saudara lebih akrab dan enak didengar menurut saya.
Yang pertama.
Awal kenalnya waktu saya sekitar umur lima tahun. Kesan pertama waktu ketemu sih angkuh sekali. Kementus. Sakjane ndewo pol. Bejat pol juga. Pianis handal. Sempat saya panggil "Mbak" tanpa alasan yang jelas. Mungkin karena dia dewasa sebelum waktunya. Hahaha. Berada dalam satu alamamater selama dua belas tahun. Kadang mangkelno pol. Tapi bisa perhatian tingkat tinggi. Keras kepala. Kepribadiannya tidak jelas, persis seperti saya. Wujudnya juga sempat mirip. Sempat dikira kembar juga. Entah apa yang terjadi padanya pada awal tahun ke lima belas dalam hidupnya, katanya sih panggilan hidup. Tapi kalau menurut saya itu tak sepenuhnya panggilan hidup, tapi keputusannya. Ya, jalani aja, yang penting sudah siap menanggung segala risikonya. Semangat ya. Masih ingat kan, Australia!
Yang kedua.
Awal kenalnya sekitar enam tahun lalu. Kesan pertama waktu ketemu, ganjen. Hahaha. Nueges pisan. Kalau marah kelihatannya ngeri, tapi diketawain aja udah berhenti marahnya. Nggak pernah cocok sama yang pertama. Tapi ya itu yang bikin kompak. Keras kepala. Meskipun nggak sekeras yang pertama. Kepribadiannya juga nggak jelas. Dulu sempat ada konflik internal yang akhirnya berakhir secara damai dan kekeluargaan. Anak ilmu sosial yang nyasar di ilmu alam. Tapi ya ndewo di ilmu alam. Ilmu sosialnya mana tahan. Bacaannya buku-buku bantal. Ngomongnya karepe dewe. Perhatian sekali. Seperti ibu bagi kami bertiga. Semoga beberapa tahun lagi masih bisa masakin kita ya, Bu Menteri!
Yang ketiga.
Awal kenalnya baru tiga tahun lalu. Dikenalkan sama yang pertama. Karena terdampar di ruang tahanan yang sama. Akhirnya duduk bersama selama hampir tiga tahun ini. Tak terpisahkan. Kesan pertama waktu ketemu, sawangane geje. Dan ternyata benar. Wujudnya lebih tua dari yang sebenarnya. Memiliki bakat bawaan dalam berdagang. Ndewo. Sebenarnya juga keras kepala, tapi tertutup rapi. Kadang kemproh. Hahaha. Kepribadiannya juga tidak jelas, tapi yang pasti, kadar kolerisnya jauh di bawah yang lain. Memiliki kegemaran yang sama dengan saya. Sering melakukan sesuatu bersama yang tidak dapat dibayangkan orang lain. Ayo disiapin bareng buat proyek kerja sama perusahaan kita beberapa tahun lagi!
Pernahkah kalian pergi ke coffee shop terkenal dengan membawa rujak yang kalian beli dari pinggir jalan dan memakannya dengan tanpa dosa?
Pernahkah kalian menghabiskan waktu berjam-jam di atap pusat perbelanjaan tanpa melakukan apapun?
Pernahkah kalian disumpah guru kalian agar tidak lulus dan dibilang memalukan?
Pernahkah kalian perang dingin dalam jangka waktu cukup lama tanpa menjelekkan antara satu dengan yang lain?
Pernahkah kalian mengerti maksud pembicaraan teman kalian yang lain tanpa adanya sepatah kata yang terucap?
Pernahkah kalian membicarakan detail-detail kehidupan yang terkadang tak terpikirkan selama satu hari penuh?
Pernahkah kalian merasakan adanya orang-orang seperjuangan di dekat kalian, dengan kekuatan ikatan perasaan, belajar bersama seharian, saling menjelaskan, demi kesuksesan dan terwujudnya impian?
Kami pernah.
Kami berempat hidup di alam mimpi.
Dan sekarang, sedang berusaha bersama membawa alam mimpi kita ke alam nyata.
Bismillahirrahmanirrahim...
Labels: 30
30 Days Challenge
( 1:55 PM )
Hai.
Saya tahu mainan 30 days challenge itu sudah nggak jaman.
Tahun lalu saya juga nyaris mainan itu di tumblr, tapi nggak jadi.
Geje sih.
Sekarang daripada saya nggeje yang tidak terarah (?), mending saya nggeje pake ini.
Di sini saya pake dua tipe 30 days challenge.
Di google ada banyak sekali macam pertanyaannya.
Saya ambil dua ekor yang mendekati batas normal.
Jadi nanti ada alternatif kalo saya males nulis pake topik yang ada.
Atau nanti kalau kedua topiknya menarik ya saya nulis dua-duanya.
*challenge cap opo iki ngganti topik karepe dewe*
Btw, yang tipe pertama ini sebenernya kalo nggak salah formatnya letter.
Tapi sepertinya nanti mayoritas saya pake deskripsi aja ya.
Cheers.
Tipe 1:
Day 1 — Your best friend.
Day 2 — Your crush.
Day 3 — Your parents.
Day 4 — Your sibling (or closest relative).
Day 5 — Your dreams.
Day 6 — A stranger.
Day 7 — Your ex-boyfriend/girlfriend/love/crush.
Day 8 — Your favorite internet friend.
Day 9 — Someone you wish you could meet.
Day 10 — Someone you don’t talk to as much as you’d like to.
Day 11 — A deceased person you wish you could talk to.
Day 12 — The person you hate most/caused you a lot of pain.
Day 13 — Someone you wish could forgive you.
Day 14 — Someone you’ve drifted away from.
Day 15 — The person you miss the most.
Day 16 — Someone that’s not in your state/country.
Day 17 — Someone from your childhood.
Day 18 — The person that you wish you could be.
Day 19 — Someone that pesters your mind—good or bad.
Day 20 — The one that broke your heart the hardest.
Day 21 — Someone you judged by their first impression.
Day 22 — Someone you want to give a second chance to.
Day 23 — The last person you kissed.
Day 24 — The person that gave you your favorite memory.
Day 25 — The person you know that is going through the worst of times.
Day 26 — The last person you made a pinky promise to.
Day 27 — The friendliest person you knew for only one day.
Day 28 — Someone that changed your life.
Day 29 — The person that you want tell everything to, but too afraid to.
Day 30 — Your reflection in the mirror.
Tipe 2:

Labels: 30
Twitter
Tuesday, February 15, 2011 ( 7:00 PM )
50000.
Apa artinya sih buat saya?
Tidak ada.
Toh juga sempat berubah jadi 50003.
Sempat jadi 49997 juga.
Yang suka ngintip profil orang juga pasti tau.
Jadi, ya cuma kebetulan aja 50000.
Dibilang berhenti pake twitter?
Nggak juga.
Toh saya juga masih online 24 jam seperti biasanya.
Twitter masih menjadi sumber informasi paling up-to-date menurut saya.
Jadi, saya cuma berhenti ngetweet, suatu saat nanti pasti kembali.
Untuk apa saya berhenti ngetweet?
Untuk memajukan kesejahteraan umum.
Mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Labels: Random
3
( 6:02 PM )
Hai. Masih dengan kegejean yang sama.
Sekarang menuju pulang. Saingan sama truk.
Jadi ingat ibu-ibu yang biasanya bantu ibu saya di rumah, kalau bilang 'truk' itu 'trek'. Pengucapannya persis 'track' dalam bahasa Inggris.
Terus kalau bilang 'sales' itu 'alex'.
Luwucu. Gak nyambung sakjane.
Yo kan dadi nggambas tekan alex.
Biarin lah, emang niatnya nggambas.
Eh, besok saya try out matematika lho.
Belum buka buku lho.
Bunuh diri lho.
So what gitu lho.
Haha, 'so what gitu loh', kalimat yang pernah populer beberapa tahun lalu.
Kadang saya heran, 'lho' kalau dibaca 'loh' kesannya jadi beda. Padahal maknanya kan sama ya.
Eh kurang tau sih. Ada yang tau, 'lho' atau 'loh' kalau diterjemahkan ke bahasa lain bisa nggak?
Dari alex, ke matematika, ke lho.
Kelihatannya jauh ya.
Tapi waktu tempuhnya dekat.
Dari Kediri ke Surabaya.
Kelihatannya dekat ya.
Tapi waktu tempuhnya lebih jauh dari alex ke lho, lho!
Tak selamanya... Mendung itu kelabu...
Labels: Life
2
Monday, February 14, 2011 ( 7:35 PM )
Halo. Sedang perjalanan ke Kediri.
Nulis apa ya. Gak niat blas.
Gapopo yo, niat saya di sini kan buat nggeje.
Oh iya, berdasarkan pengalaman saya jalan-jalan di blognya orang, mayoritas blog yang tidak akan saya kunjungi lagi itu blog-blog neges.
Jadi, kemungkinan besar blog ini akan saya isi dengan kenegesan agar anda tidak kembali.
Hahaha. Gak lucu.
Sepanjang perjalanan, saya ditemani Mbahkung Hawking.
Sepertinya merupakan sedikit kesalahan ya, ngobrol sama beliau jadi menimbulkan banyak pertanyaan yang sepertinya kurang memungkinkan untuk saya tanyakan kepada sembarang orang.
Ya, semoga suatu saat nanti saya mendapat kesempatan untuk bertukar pikiran setiap hari dengan orang yang tepat. Amin.
Btw, ada yang mau tahu? Nih. *lempar*
Sampai jumpa.
Labels: Life
1
( 12:06 AM )
.....
Ternyata tidak mudah menceritakan apa yang telah saya alami hari ini.
Nggak tau mulainya dari mana. Tidak bahagia.
Sudahlah, saya buat poin-poin saja.
- Foto kelas. Makam - Stasiun - Hotel. Geje. Cukup kompak untuk ukuran anak kelas saya.
- NasGorJan kurang jan.
- H-1 Try Out Diknas. Persiapan 0%.
- Di rumah sendirian. Ngenet jungkir balik.
- Besok ke Kediri. Tidak ada harapan untuk try out.
- Hoahm.
Labels: Life
Kembali
Sunday, February 13, 2011 ( 10:41 PM )
Hai.
Sudah hampir dua tahun tidak terjamah ya, kamu.
Kasihan.
Twitter dan Cleverbot patut kamu jadikan kambing hitam.
Saya masih Ovi yang dulu.
Saya masih Ovi yang berjuang untuk mimpi yang sama.
Ya, tentu saja dengan beberapa perubahan kecil.
Apa ya, makin neges, makin geje, makin tidak seperti Ovi. Atau makin seperti Ovi? Ah entahlah.
Makin baik kok. Makin buruk juga. Intinya sama saja.
Jadi ngelantur kan ya.
Dalam rangka apa ya saya kembali ke pangkuanmu.
Ah, kau tak perlu mengetahuinya.
Lagipula kau memang tak ingin mengetahuinya.
Maaf ya ada seekor posting lama yang sudah saya binasakan. Menjijikkan.
Apa lagi.
Oh, ya, saya juga masih Ovi yang kurang lihai menyusun kalimat.
Masih Ovi yang kurang ahli menyusun paragraf.
Masih Ovi yang sering kehilangan kosa kata.
Harapan saya di sini cuma satu.
Dapat sedikit membuka selimut-selimut tebal yang menutup diri saya.
Sudah melampaui batas aman.
Jangankan kamu, saya sendiri takut.
Jadi, saya ucapkan permohonan maaf di awal sebelum saya menuliskan hal selanjutnya yang saya yakin sangat menjijikkan.
Harap maklum.
Labels: Sampah
You will find nothing
archives
September 2009
February 2011
March 2011
April 2011
May 2011
June 2011
July 2011
August 2011
September 2011
October 2011
January 2012
February 2012
March 2013
links
—
miscellaneous
